Jumat, 05 November 2010
Mengerti Arti CInta
Aku pun tak mengerti yang sebenarnya
Keinginan untuk memiliki itulah yang mendasari aku berkata kalau 'aku cinta'
Ingin dekat
Ingin bersama
yang dicinta
Cinta tak kan menyakiti kekasih yang dicinta nya
Cinta itu perpaduan rasa dan asa
Didasari ketulusan
Bukan untuk sekedar milik dan dimiliki
Itu mungkin lah cinta
Jika kau benar-benar cinta
Tunjukan
Jagalah sikap mu pada yang kamu cinta
Jangan pernah mengecewakannya
Jika kau pandai masalah cinta
Mari kita share di sini
* naura farma
Sabtu, 03 Juli 2010
Kikir Itu Penyakit
JAUHI KIKIR
“Penyakit apakah gerangan yang lebih parah dari sifat kikir?” (HR Bukhari)
Jauhilah kikir,, karena kikir merupakan penyakit hati... Adakah yang ingin menjadi seorang yang penuh dengan penyakit??? Adakah yang ingin disebut seorang yang penyakitan??? Jauhi kikir...!!!
Sebuah hadis yang diriwayatkan At Turmidzy dan Al Baihaqi, bahwa Nabi Shalallahu’Alaihi Wasalam bersabda: “Selemah-lemah manusia itu ialah yang enggan berdoa. Dan sekikir-kikir manusia itu ialah yang enggan memberi salam.”
Dalam hadis tersebut diterangkan, bahwa yang paling kikir ialah yang enggan memberi salam.. Orang kikir dalam artian bahasa biasa ialah orang yang tidak bermurah hati.. Dalam sabdanya itu,, Nabi Shalallahu’Alaihi Wasalam menggunakan dalam arti tidak bermurah hati untuk memberi salam kepada saudara-saudaranya seagama.. Begitu mudahnya sebuah salam diucapkan dan besar pahalanya bagi yang mengucapkan dan yang membalas salam tersebut… Namun,, bagi seorang yang kikir akan enggan membiarkan saudara-saudaranya memperoleh pahala tersebut… Bagi ia,, pahala laksana harta,, dia tidak akan bermurah hati dengan menyerahkan hartanya tersebut... Di samping itu,, dengan begitu,, ia juga sengaja meninggalkan salah satu ajaran Islam dalam kehidupan pergaulan sesama…
Wassalam…
*Secercah catatan….
buat ana pribadi,,, mudahan bisa buat tambahan bacaan pula buat antum2,,, mudahan kita2 bisa mengambil ibrohnya dan mengamalkannya… Amiin Allahumma Amiin…
diolah kembali oleh:
Nurul Aulia Rahmi
*Cumi Farma ^^v
Tak Mau Merugi
JANGAN BIARKAN DIRI MENJADI MANUSIA YANG RUGI
Tahukah Anta??? Siapakah manusia yang rugi???
Berdasarkan prinsip ekonomi,, rugi dalam arti sebenarnya berarti berkurang atau susutnya modal seseorang.. Kita sering mendengar bagaimana laba dan rugi yang menjadi tolak ukur keberhasilan seorang ekonom..
Dalam sebuah hadis Nabi Shalallahu’Alaihi Wasalam,, memberikan arti yang lebih luas.. Bukhari meriwayatkan sebuah hadis, bahwa Nabi Shalallahu’Alaihi Wasalam bersabda: “Manusia yang paling rugi ialah yang menghabiskan waktunya dan tenggelam dalam angan-angan dan harapan. Tidak berkesempatan mencapai dan mewujudkan angannya tersebut. Maka ia akan pergi meninggalkan dunia ini tanpa bekal. Tak kelak akan menghadap Tuhan tanpa ada alasan yang dikemukakan.”
Sebenarnya,, manusia yang paling rugi ialah yang bersusah payah dan berusaha mencapai apa yang diharapkan dan diidamkan,, akan tetapi keadaan selalu membantunya untuk tidak mencapai harapan itu.. Maka,, tenggelamlah dia dalam dunia khayal.. Senantiasa hari demi hari dilewatinya hanya dengan berkhayal dan berangan-angan semata,, tanpa usaha yang sungguh-sungguh untuk meraihnya.. Diombang-ambing dengan lamunan kosong,, hingga tiba saatnya ia meninggalkan dunia dengan tangan hampa… Tanpa ada kesuksesan yang diraihnya pada kehidupan dunia… Tanpa bekal yang bisa menyelamatkan kehidupan akhiratnya… Na’udzubillah Ya ALLAH….
Wassalam…
*Secercah catatan….
buat ana pribadi,,, mudahan bisa buat tambahan bacaan pula buat antum2,,, mudahan kita2 bisa mengambil ibrohnya dan mengamalkannya… Amiin Allahumma Amiin…
diolah kembali oleh:
Nurul Aulia Rahmi
*Cumi Farma ^^v
Bagaimana hati dan jiwa yang kaya?
Assalamu’alaikum warahmatullah…
KEKAYAAN HATI DAN JIWA
Kebanyakan orang menilai harta melalui sudut penilaian kuantitas finansial nya semata. Semakin banyak jumlah investasi seseorang maka dinyatakan dia sebagai konglomerat… Mobil mewah,, rumah mewah,, saham berlimpah,, hanya parameter kaya harta bukan kaya hati nya...
Namun,, kekayaan yang sebenarnya adalah yang bersumber dari hati dan jiwa.. Rela menerima apa yang telah dicapainya… Tidak menuntut apa yang di luar batas kemampuannya… Atau merendahkan diri sendiri sebab mengharapkan sesuatu dari orang lain… Orang yang mampu menahan diri dari sifat luapan hatinya akan tenang dan tentram… Orang yang berhati miskin,, tidak malu melibatkan diri dalam perkara yang hina nista sebab nafsu serakahnya… Akibat itu,, martabatnya jatuh dalam pandangan orang banyak…
Bukhari dan Muslim meriwayatkan, bahwa Nabi Shalallahu’Alaihi Wasalam bersabda: “Kekayaan itu bukan dengan menumpuk harta benda yang banyak. Tapi kekayaan yang sebenarnya ialah kekayaan hati dan jiwa.”
Bagi yang menginginkan kekayaan hati,, hendaknya yakin sepenuhnya bahwa ALLAH jua yang memberi atau menahan,, tiada yang lain… Segala nikmat wajib disyukuri… Rela menerima takdir… Serta selalu berdoa dijauhkan dari sesuatu yang mudlarat…
Penyair sufi berkata:
Dari Tuhanmu saja, carilah kemulyaan
menggantungkan diri kepada-Nya,, sumber ketenangan
kekayaan hakiki,, ada dalam hati
dan dalam jiwa seseorang
betapa banyak yang tampak miskin lagi menderita
pada hakikatnya ia kaya,, jutawan
dan yang terlihat kaya raya,, tegak berdiri dengan angkuhnya
sebenarnya ia bangkrut,, hidup merana
dia adalah bangkai,, namun belum dikebumikan…
Wassalam…
*Secercah catatan….
buat ana pribadi,,, mudahan bisa buat tambahan bacaan pula buat antum2,,, mudahan kita2 bisa mengambil ibrohnya dan mengamalkannya… Amiin Allahumma Amiin…
diolah kembali oleh:
Nurul Aulia Rahmi
*Cumi Farma ^^v
Doa Itu
Assalamu’alaikum warahmatullah…
DOA ITU
Wahai ukhtii wa ikhwan fil Muslimin,, pernahkah antum sehari tanpa doa??? Maybe ^^,, Seringkali secara harfiah nya saja,, doa sebagian besar hanya dijadikan sebagai tombak jikalau sedang berada pada masa-masa sulit… Jikalau diri telah merasa tak berdaya,, baru bersungguh-sungguh berdoa… Tentunya hal ini juga wajar,, meskipun doa bukan hanya digunakan sebagai tombak di saat sulit semata… Dengan penuh linangan air mata,, penuh pengharapan,, menengadahkan tangan memohon kepada Yang MAHA KUASA…
Doa merupakan otaknya ibadah. Bayangkan saja jikalau tubuh tanpa otak,, bagaikan sesosok robot yang kaku tanpa mind mapping yang jelas.. Otak inilah yang menjadikan manusia berpikir untuk menggerakkan setiap aktivitasnya. Begitu pula dengan doa. Doa juga sebagai otak ibadah akan sangat penting menggerakkan aktivitas ibadah. Dengan memperbanyak doa maka saraf-saraf ibadah lainnya akan tergerak pula…
ALLAH SWT sangatlah mengasihi hamba-NYA yang dengan tulus meminta kepada-NYA… DIA tak segan-segan melimpahkan rahmat pada orang yang berdoa dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan. Sebagaimana firman ALLAH SWT:
“Dan apabila hamba-hambaKU bertanya kepadamu tentang AKU, maka (jawablah), bahwasanya AKU adalah dekat. AKU mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada KU, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-KU) dan hendaklah mereka beriman kepada-KU, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)
Banyak sekali mukjizat berdoa, Imam Al Ghazali berkata, “Jika engkau bertanya mukjizat doa, sedangkan ketentuan ALLAH tak dapat ditolak, maka ketahuilah, bahwa di antara yang menjadi ketentuan itu adalah ditolaknya bencana karena engkau berdoa. Sebuah doa ibarat perisai yang menyebabkan pemakainya bisa terhindar dari hujan anak panah. Ia juga ibarat air yang menyebabkan tumbuhan merimbun hijau.”
Sementara itu, Ibnu Qoyyim memberikan penjelasan tentang doa:
“Doa merupakan obat yang paling berguna. Ia merupakan musuh bencana. Ia akan menolak dan mengatasinya, menghalangi turunnya, serta mengangkatnya atau meringankannya ketika turun. Ia merupakan senjata bagi orang beriman. Ada tiga kedudukan doa dalam mengatasi bencana. Pertama, doa itu lebuh kuat dari bencana sehingga ia bisa menolaknya. Kedua, doa itu lebih lemah dari bencana, sehingga bencana tetap menimpa tapi doa membuatnya lebih ringan. Ketiga, keduanya saling seimbang.”
Sebagai obat, berarti doa merupakan obat yang paling mujarab. Doa menjadi perantara menyembuhkan hati yang lara, jiwa yang gersang, bahkan tubuh yang terserang penyakit…
Marilah kita berdoa dengan memohon keridhaan ALLAH SWT,, dengan berkat keutamaan RASULULLAH Shalallahu’Alaihi Wasalam …
Wassalam…
*Secercah catatan….
buat ana pribadi,,, mudahan bisa buat tambahan bacaan pula buat antum2,,, mudahan kita2 bisa mengambil ibrohnya dan mengamalkannya… Amiin Allahumma Amiin…
Nurul Aulia Rahmi
*Cumi Farma ^^v
Minggu, 23 Mei 2010
"Ana Muslimah"
Gue cewe….. Saya wanita….. Aku perempuan…..
“Ana muslimah”
That’s right….^^v
Ana bangga menjadi muslimah… Why???
Muslimah,,, secara bahasa,,, merupakan frase kajian dari Bahasa Arab,, yang berarti “Orang Islam” yang digunakan untuk menyatakan perempuan…
Dari pengertian tersebut dapat dijabarkan kembali “Muslimah” dalam konteks yang lebih mendalam… Seorang wanita yang dimaksud di dalam konteks ini tentunya ditujukan pada wanita yang menggeluti dan mengamalkan ajaran Islami,,, bukan hanya seorang wanita yang mengaku Islam KTP saja…
Seorang muslimah sejati bukan hanya terpancar dari kecantikan jahiriah nya semata,,, muslimah sejati cenderung akan menjaga kecantikan hatinya…
Bukan hanya sekedar kecantikan melalui paras ayu semata,,,
“Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada bentuk kalian. Allah hanya melihat kepada hati dan perbuatan kalian.” (HR. Muslim)
Bukan hanya sekedar keelokan suara saja…
"Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan (menggairahkan) orang yang ada perasaan dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik." (Surah Al-Ahzab : 32)
Akhir-akhir ini seringkali diistilahkan sebagai ‘inner beauty’… Nah semakin semaraknya istilah tersebut di kalangan umum,,, seharusnya menjadi motivasi para wanita untuk mengontrolnya,,, karena melalui inner beauty ini yang akan membentuk individu menjadi seorang muslimah sejati…
Muslimah sejati akan senantiasa berupaya menjaga dan mengamalkan sendi-sendi Islami di dalam setiap lisan dan gerak-geriknya…
“Apabila seorang perempuan itu sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya." (Riwayat Al-Bazzar)
"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka (tidak berzina atau mendekati zina)." (Surah An-Nuur : 31)
Gambaran Muslimah sejati yang diungkapkan melalui sebait puisi di dalam buku Kotak kecantikan Ajaib yang ditulis oleh Ninih Muthmainnah:
Malu karena Allah adalah perona pipinya…..Penghias rambutnya adalah jilbab yang terulur sampai dadanya…..Zikir yang senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknya……Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat……Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akherat….Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu……Tanganya selalu berbuat baik pada sesama….Pendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimah…..Gelangnya adalah tawadhu…..Kalungnya adalah kesucian…..
Mari kita sesama cewe,,, sesama wanita,,, sesama perempuan…. kita belajar menjadi SEORANG MUSLIMAH SEJATI….!!!!!
* Cumi Farma ^^v (Berkat keutamaan Rosulullah SAW dan meumpati ujar guru…)
Nurul Aulia Rahmi
Jumat, 16 April 2010
profil internal
“MENGENAL JATI DIRI PRIBADI”
Setiap manusia terlahir dengan berbagai kondisi yang berbeda. Lalu dibesarkan pada kondisi yang berbeda pula. Tak ayal jika akan mempengaruhi watak dan tingkah lakunya. Jati diri manusia berbeda antara satu dan yang lainnya. Setiap manusia memiliki sisi positif dan sisi negatif dalam dirinya. Sebagai seorang pemimpin sejati, tentunya harus dapat mengenal sisi-sisi yang terselubung dalam pribadinya. Hal ini mencirikan seseorang tersebut telah memiliki jiwa kepemimpinan dalam dirinya. Selanjutnya, proses pendewasaan menyikapi kelebihan dan kekurangan pada setiap sisi dalam dirinya dengan bijaksana sebagai wujud tanggung jawab seorang pemimpin. Namun yang sering menjadi permasalahan adalah seringkali kita hanya ingin menilai sisi positifnya saja dan enggan untuk menerima kekurangan diri. Padahal sisi negatif dalam diri kita merupakan tolak ukur motivasi diri untuk berkembang lebih baik dan bermanfaat.
Sebagai perwujudan tanggung jawab Sang Pemimpin terhadap diri pribadi, saya ingin memaparkan beberapa sisi positif dan negatif yang menurut saya terdapat dalam diri sebagai jati diri pribadi. Saya, Nurul Aulia Rahmi, mahasiswi Farmasi FMIPA UNLAM, hingga saat ini saya masih mengecap pendidikan di perkuliahan. Sejak dulu saya senantiasa bersemangat dalam menuntut ilmu. Bagi saya, dengan memiliki ilmu itu akan menuntun diri menjadi lebih baik. Ilmu akan menuntut setiap tingkah laku yang akan kita ambil dan dengan ilmu akan mengendalikan setiap gejolak yang seringkali terjadi di dalam hati. Hal tersebut menjadikan diri saya menjadi sosok yang lembut pada orang lain. Hampir setiap orang yang mengenal saya akan mengatakan begitu lembutnya saya. Kelembutan ini tak menjadikan saya lemah. Saya hampir dapat dikatakan seorang yang gigih dan tak mengenal putus asa. Secara luar, saya begitu lembut, tetapi di dalam jiwa saya selalu berkobar semangat untuk menjadi lebih baik.
Seringkali orang-orang di sekitar saya mengatakan bahwa beruntung saya adalah sosok yang cerdas. Sebenarnya kecerdasan manusia itu relatif tergantung dengan usahanya. Begitu pula dengan saya. Saya hanya memanfaatkan waktu belajar dan mengulang materi yang telah diberikan. Alhamdulillah, saya diberikan kemampuan mengingat yang cukup baik. Hanya dengan melihat sepintas, insya Allah dapat dengan mudah saya mengingatnya kembali. Selain itu, saya cukup handal dalam kalkulasi dan perhitungan. Keluarga saya rata-rata pandai dalam perhitungan logika sehingga saya pun demikian. Bagi saya perhitungan itu cukup mudah sehingga saya paling suka pelajaran berhitung seperti matematika atau kalkulus, fisika, dan lainnya yang berbau perhitungan. Untuk bidang yang saya geluti sekarang ini, yakni di Farmasi, saya sangat menyukai perhitungan dosis pada Farmasetika dan Ilmu Resep.
Mengenai hobi yang saya minati, saya cukup handal dalam memasak. Dulu cita-cita saya ingin menjadi seorang Ahli Gizi yang kemudian dapat membuka rumah makan. Hal ini sangat berkaitan dengan hobi dalam memasak. Berbagai masakan sederhana bisa menjadi santapan lahap setelah saya permak sedikit. Bagi saya, memasak seperti halnya perhitungan pada kimia. Berbagai perhitungan yang diinginkan semuanya berasal dari/ akan menjadi konsentrasi (N) dan volume (V) sehingga rumus yang tetap dalam kimia adalah N1 x V1 = N2 x V2. Begitu pula dengan memasak. Berbagai masakan lezat semuanya digunakan resep yang sama, yakni menyeimbangkan rasa kelezatannya dan yang paling penting adalah keseimbangan gula dan garam yang digunakan.
Tak dapat dipungkiri, saya pun memiliki banyak sisi negatif dalam diri bahkan mungkin yang lebih banyak daripada Anda. Secara umum, mungkin akan terlihat sifat manja dalam diri saya. Saya adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Sebenarnya, saya dan kakak sama-sama anak yang manja. Hal ini karena orang tua yang sangat menyayangi kami. Manja bukan berarti terus berpangku tangan. Namun, biasanya sebagai bentuk perhatian orang tua untuk memotivasi semangat belajar.
Ada sebagian orang yang memandang saya sebagai sosok yang egois. Hal ini tidaklah saya pungkiri. Terkadang saya memang terlihat mementingkan kepentingan diri sendiri. Terkadang saya hanya menuntut agar kehendak saya yang harus diutamakan. Menurut saya, keegoisan memang senantiasa mengiringi kehidupan manusia. Hanya saja bagaimana meletakkan keegoisan dan seberapa besar, itulah yang harusnya dipertimbangkan. Setiap individu memiliki kadar tertentu dalam keegoisannya dan mengendalikan keegoisan tersebut. Sebagai manusia biasa, memang tak ada yang sempurna. Mungkin saja, dalam pertimbangan saya, yang saya lakukan telah benar dan tepat. Namun tentu akan berbeda dalam pertimbangan orang lain. Untuk itulah kita perlu mengoreksi diri dan yang terpenting adalah permintaaan maaf dan saling memaafkan sebagai wujud keikhlasan dalam diri.
Ada pula segelintir orang yang mengatakan saya jahat. Entah jahat dalam konteks seperti apa yang dimaksud. Mungkin di saat mereka memerlukan saya, saya sibuk atau saya tidak mau karena beberapa pertimbangan tertentu atau karena saya memang jahat. Dalam hal ini, saya sering tidak menepati janji. Sebenarnya tidak tepat jika dikatakan tidak menepati janji. Hanya saja saya seringkali mengalihkan pemikiran lebih positif sebelum melakukan sesuatu. Dalam pikiran saya, saya hanya akan melakukan hal yang bermanfaat. Biasanya saya malas untuk mengerjakan hal yang membuang waktu dan sia-sia belaka.
Menurut saya pribadi, saya seringkali mudah terpengaruh dengan barang-barang yang dijual di pasaran, seperti baju, sepatu, dan lainnya. Ini tentunya menjadikan saya menjadi seorang yang boros. Saya menyukai barang-barang yang baru dan unik. Biasanya ketika diajak teman ke pasar, saya lah yang lumayan banyak belanjaannya. Meskipun demikian, saya masih shoppiholic yang tergolong hemat. Saya belanja berdasarkan perhitungan kelebihan uang bulanan.
Saya juga seorang yang ambisius. Ambisi saya untuk menjadi numerous unos (no.1) selalu memacu semangat untuk melakukan yang terbaik. Namun, ambisi yang terlalu berlebihan justru akan menjadi kelemahan dalam diri kita. Ambisi yang berlebihan hanya akan menimbulkan kecongkakan dalam diri.
Dalam penciptaan manusia telah ditetapkan secara berpasang-pasangan. Demikian pula dengan watak dan sifat seseorang, masing-masing memiliki sisi positif dan sisi negatif dalam individunya. Hanya saja yang menjadi keistimewaan seseorang adalah bagaimana menyikapinya sebagai wujud pendewasaan. Seseorang yang telah mengenal sisi-sisi dalam dirinya dan menyikapinya berarti dia telah memiliki jiwa kepemimpinan. Seorang pemimpin yang sukses harus mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memutuskan untuk menjadi pemimpin bagi orang lain.
Banjarbaru, 10 April 2010
