RSS Feed

Sabtu, 03 Juli 2010

Doa Itu

Assalamu’alaikum warahmatullah…

DOA ITU

Wahai ukhtii wa ikhwan fil Muslimin,, pernahkah antum sehari tanpa doa??? Maybe ^^,, Seringkali secara harfiah nya saja,, doa sebagian besar hanya dijadikan sebagai tombak jikalau sedang berada pada masa-masa sulit… Jikalau diri telah merasa tak berdaya,, baru bersungguh-sungguh berdoa… Tentunya hal ini juga wajar,, meskipun doa bukan hanya digunakan sebagai tombak di saat sulit semata… Dengan penuh linangan air mata,, penuh pengharapan,, menengadahkan tangan memohon kepada Yang MAHA KUASA…

Doa merupakan otaknya ibadah. Bayangkan saja jikalau tubuh tanpa otak,, bagaikan sesosok robot yang kaku tanpa mind mapping yang jelas.. Otak inilah yang menjadikan manusia berpikir untuk menggerakkan setiap aktivitasnya. Begitu pula dengan doa. Doa juga sebagai otak ibadah akan sangat penting menggerakkan aktivitas ibadah. Dengan memperbanyak doa maka saraf-saraf ibadah lainnya akan tergerak pula…

ALLAH SWT sangatlah mengasihi hamba-NYA yang dengan tulus meminta kepada-NYA… DIA tak segan-segan melimpahkan rahmat pada orang yang berdoa dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan. Sebagaimana firman ALLAH SWT:

“Dan apabila hamba-hambaKU bertanya kepadamu tentang AKU, maka (jawablah), bahwasanya AKU adalah dekat. AKU mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada KU, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-KU) dan hendaklah mereka beriman kepada-KU, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

Banyak sekali mukjizat berdoa, Imam Al Ghazali berkata, “Jika engkau bertanya mukjizat doa, sedangkan ketentuan ALLAH tak dapat ditolak, maka ketahuilah, bahwa di antara yang menjadi ketentuan itu adalah ditolaknya bencana karena engkau berdoa. Sebuah doa ibarat perisai yang menyebabkan pemakainya bisa terhindar dari hujan anak panah. Ia juga ibarat air yang menyebabkan tumbuhan merimbun hijau.”

Sementara itu, Ibnu Qoyyim memberikan penjelasan tentang doa:

“Doa merupakan obat yang paling berguna. Ia merupakan musuh bencana. Ia akan menolak dan mengatasinya, menghalangi turunnya, serta mengangkatnya atau meringankannya ketika turun. Ia merupakan senjata bagi orang beriman. Ada tiga kedudukan doa dalam mengatasi bencana. Pertama, doa itu lebuh kuat dari bencana sehingga ia bisa menolaknya. Kedua, doa itu lebih lemah dari bencana, sehingga bencana tetap menimpa tapi doa membuatnya lebih ringan. Ketiga, keduanya saling seimbang.”

Sebagai obat, berarti doa merupakan obat yang paling mujarab. Doa menjadi perantara menyembuhkan hati yang lara, jiwa yang gersang, bahkan tubuh yang terserang penyakit…

Marilah kita berdoa dengan memohon keridhaan ALLAH SWT,, dengan berkat keutamaan RASULULLAH Shalallahu’Alaihi Wasalam …

Wassalam…

*Secercah catatan….

buat ana pribadi,,, mudahan bisa buat tambahan bacaan pula buat antum2,,, mudahan kita2 bisa mengambil ibrohnya dan mengamalkannya… Amiin Allahumma Amiin…

diolah kembali oleh:
Nurul Aulia Rahmi
*Cumi Farma ^^v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar